Pendahuluan
Postingan ini merupakan kisah tentang gerombolan jagoan cilik, yg selalu 'nebeng' bus diam2.
Mengapa saya sebut jagoan cilik? Karena usia mereka bisa dikatakan masih sangat belia, yaa sekitar 15-16 thn lah..., tp tingkah mereka sudah seperti jagoan. Dan kenapa saya katakan mereka nebeng bus diam-diam? Secara, mereka naik ke bus tepat sesaat bus akan berangkat, dan pastinya.. Gratis..
Kejadian pertama.
Berdasarkan cerita teman saya, yang kebetulan berada dalam bus tersebut. Saat itu bus sedang terjebak macet, gara-gara terjadi tawuran. Tiba-tiba gerombolan jagoan-jagoan ini mengepung bus, mereka memaksa naik .. Merasa keselamatan mereka terancam, dan mungkin mulai gerah dengan tingkah jagoan-jagoan ini, kenek beserta para penumpang lelaki memblokir pintu depan dan belakang bus, mencegah agar jagoan2 ini tidak naik. Alhasil, terjadilah adegan dorong mendorong, tendang menendang, dan teriak meneriaki. Tiba-tiba, salah satu dari jagoan itu, dengan pentungan satpam ditangan, menghajar kaca depan bus. 'praang' serpihan kaca langsung bertebaran ke arah sopir n penumpang. Untungny tidak ada yang terluka. Jelaslah, kemarahan sopir, kenek, dan penumpang makin bertambah, jagoan-jagoan cilik yg berhasil masuk, jd sasaran omelan, makian, jitakan (untungny tidak sampai anarkhis), dan tetepp mereka dipaksa turun. Saking kesalnya, akhirny pak sopir menghentikan bus tepat di depan sekolah militer, kebetulan sekolah ini dijaga beberapa provost. Pak sopir langsung menyeret turun salah satu jagoan itu, dan menggiringnya ke pos provost tadi.., hihihi apes banget tuch anak.
Kejadian kedua
Peristiwanya 2 hari yang lalu. Ketika bus akan berangkat, naiklah gerombolan jagoan cilik, dan langsung mengambil posisi di dekat pintu depan dan belakang bus. Bus akhirnya melaju, hingga di sekitaran matraman, terjadi saling ejek, antara gerombolan yang di atas bus, dan gerombolan lain yang menunggu di pinggir jalan. Dan.. 'swiing' sebongkah batu melayang, tepat mengenai kaca samping bagian belakang, 'praang' hancur berkeping-keping. Si sopir, kenek, dan penumpang kesel.., dan menyuruh turun si jagoan-jagoan ini..(apes deh si sopir, duit gak dapet, jendela belakang jd korban, belum lagi kalau disuruh nanggung semua biaya perbaikan)
Kejadian ketiga, (Episode kemenangan penghuni bis)
Kejadianny kemarin. Seperti biasa, tepat sesaat bus akan berangkat, gerombalan itu sudah nangkring di pintu belakang. Untungny pak sopirny sigap. Dia langsung marah-marah n menyuruh gerombolan itu turun. Tapi dasar anak-anak ngeyel, malah galakkan mereka daripada si sopir. Gak kehabisan akal, si sopir langsung turun dan nyamperin pak polisi, yg kebetulan ada di dekat bus. "pak..pak, itu tu anak sekolah, yang mecahin kaca saya kemaren, abis ledek-ledekan, kaca saya jadi korban". "woy turun gak lu! Enak aja.. Ganti dulu kaca saya!". Dan serta merta pak polisi langsung nyamperin gerombolan tadi. Jiper karena didatangin polisi, akhirnya mereka turun, dan membubarkan diri. Penumpang yg melihat kejadian itu, ada yang mesem-mesem, cekikik tertahan.. sambil berbisik, "rasain lo, berantem mulu sih tiap hari", "sukuriin". Akhirnya bus melaju dengan aman, tanpa harus takut kena timpuk lagi. Happy ending!!
Mengapa si sopir kali ini bersikap galak terhadap gerombolan jagoan? Usut punya usut, ternyata pak sopir itu adalah sopir yg sama dengan sopir yang menyeret anggota gerombolan itu ke provost. Hihihi
Penutup
Terus terang saya masih heran dengan gerombolan perusuh massa ini, apa sih yg mereka cari dengan tawuran?? Ckckck

1 comment:
gw baru baca leee ...
seru juga ...
ga pernah cerita2 lo ...
baru sempet bacanya ...
jadi baru tau update-annya ...
isi lagi atuh neng ...
Post a Comment