
Mungkin itu yang ada di benak saya, pada hari jumat siang (13 nov yang lalu). Setelah sebelumnya saya sempat didera keragu-raguan (caelaah bahasanya..).

Bagaimana tidak, setelah si pathner berangkat lebih awal pada hari selasa sebelumnya, si bos bilang, "Yak, lia.. kamu siap-siap berangkat hari senin berikutnya". Dan setelah itu.. tidak ada konfirmasi apa-apa... tidak jelas, hanya update-an kabar dari pathner yang bilang: "li, kayaknyan mereka cuman butuh 1 orang saja", dan pada keesokkan harinya dia berkata, "li, kayaknya FAT minggu ke 2 lu bantuin gw aja di sequence". Fyuuuhhh.. penuh dengan kayaknya-kayaknya. Akhirnya nekat juga konfirmasi jadwal ke si bos, dan ke si bos penunggu site a.k.a david.
Setelah bertanya pada si bos, dan si bos penunggu site.. (xixixi), akhirrrnyyaaa.. jumat siang menjelang shalat jumat 3 orang langsung mengkonfirmasi. 1) si pathner a.k.a ojie via sms : li, kayaknya kamu perlu nyari safety shoes dan safety helm. 2) david a.k.a penunggu site. 3) si bos dua-duanya via telp. (hufffff............ hampir2 injury time, untung masih bisa ke mall puri dan menemukan safety shoes ukuran kaki gw. wkwkwkwk)
Perjalanan Puri- Cilegon
Pada awalnya si bos bilang ke saya, "lia, kamu berangkatnya siang, jadi hari senin kamu ke office aja dulu." Lalu kemudian ketika chat dengan si david, dia bilang, "hari senin berangkatnya jam 8 malam", lalu dia mengoreksi, " paling cepat jam 8 malam". Tapi yang ada di benak saya yaaa.. berangkat jam 8 malam, jadi saya memutuskan untuk menunggu saja di kantor.
Dan ternyataaaahh... pada hari-Hnya, kami baru berangkat dari puri jam stengah 11 malam.. heuheuheuheuheue.... kebayang saya n ojie menunggu di kantor udah mati gaya, mulai dari internet-ing, isi tts, nonton conan, bahkan hampir tertidur.


Heater dan Decoder
Jam setengah 1 dini hari, akhirnya sampai juga di cottege. Karena sudah lelah dan mengantuk, langsung saja kami (saya dan wie....... ohya lupaaaa akhirnyaaaa seproject, dan sekamar ma wieeee!!!!!!!) memilih untuk berberes-beres dan tidur, tanpa sempat mengeksplor-eksplor kamar kami.
Dan hal itu baru bisa dilakukan pagi harinya : Eh, tivinya gak nyala, waahh gak ada sendok, dan si wie: " gw butuh air panasss.."Oks, setelah menemukan apa yang tidak ada, kami langsung "nyamperin" cottage tempat para cowok menginap. Setelah sampai disana, kami berdua langsung.. waaaaahhhh, fasilitasnya lengkap... mereka punya dapur plus isi2nya dan yang pasti mereka punya banyak sendok, ada heater, dan.... tivi kabel..!!!
(bandingkan dengan tivi kamar kami yang tidak menyala xixixixixi --- tapi akhirnya menyala setelah menghubungi officer di cottage, meski yang terlihat jelas hanya metro dan tvone wkwkwkwkwkwk, dan akhirnya kami menghabiskan malam dengan menonton desperate housewife dari laptop si wie).Langkah selanjutnya adalah..... meminjam barang-barang
: sendok, dan heater, dan (tadinya pengen pinjem) decoder... tapi tidak dikasihhh hikz...
Kehidupan Yang Teratur
Seminggu di site terus terang membuat hidup saya lebih sedikit teratur..
Jam stengah 7 : Sarapan nasi kuning diantarkan ke kamar.
Jam 8 or jam setengah 9 : jemputan ke site datang, dan kloter 1 berangkat.
Jam 9an - Jam 12 : Kerja Kerja dan Kerja,

Jam 12- Jam 1 : Makan siang di kantin
Jam 1 - Jam steng8 or Jam 8 : Kerja laaagii

Jam steng8: Jemputan datang, dan kloter 1 pulang -- sambil memesan makan malam di warung sentosa (baru tau nama warungnya dari si wie :D -----> eh ternyata namanya "Surya Minang", setelah cek ricek ke bos penunggu site), kadang juga makan nasi kotak di kantin dulu baru pulang.
Jam steng 9an - jam 11an: makan, ol bentar ato nonton desperate housewife di laptop wie, dan tidur..
Kira-kira begitu setiap hari wkwkwkwk..

Overall, suasan kerja di control room nya sulfindo, asik juga.. orangnya disana baik-baik, masalah utamanya hanya toilet (gak ada toilet cewek ternyataaa... haadoohh, nasib kerja di dunia cowok), dan disana diiiingggiiinnn...!!!

Yang Tersisa... (majas hiperbole)
Hari jumat, pun tiba..!! saatnya berberes2 pulang ke Jakarta...

Packing udah dari malam sebelumnya, karena dari kesepakatan anak-anak yang lain pada mau pulang habis jumatan, kira-kira jam 2 siang. Mobil jemputan datang, semua tas dikeluarin dari kamar, dan david pun bertitah, "Tasnya gak usah dibawa, pulangnya malam.."

Seminggu di cilegon yang tersisa disana : ada wie, ojie, david, p gatot, safiq (begini tulisannya?), rahmat, pak rahmat, ipan, heri.. walaaahh ini masih full team ternyata.. wkwkwkwk hanya saya saja yang ditarik ternyata... wkwkwkwkwkw. oh yaaaa satu lagiii..!!! si helm..., helm saya masih ada di sana. Yeeahh bye bye cilegon, bye bye Sulfindo Project.


(ini bagian penutup yang gak jelas)
ya sudah sementara itu sajaaa...

No comments:
Post a Comment